Sabtu, 07 Juli 2012

Hukum Newton Untuk Cinta

Sabtu, 07 Juli 2012 0
21.49 Jam di laptop menunjukan memasuki malam yang semakin dingin.
Lama juga saya ngga nulis blog ya kawan sekitar 5 bulan kali yeee, udah banyak cerita yang ngga di bagiin sama kawan-kawan.
Nah.. sekarang sepertinya saya bakal nulis tentang cinta lagi ni, ini pengalaman di dapat dari cerita-cerita sama baca buku nya raditya dika.
Tentang Hukum Newton
Yup, Hukum ini saya pelajarin dari SMP sampe SMA ( Walaupun ane ngga pernah ngerti gan.. -___-). Siapa yg masih inget Hukum Newton I II III ??

Coba ane bahas deh yah dan apa hubungannya sama cinta ?

Di cek dulu gan Via Wikipedia :
    1. Hukum Pertama: setiap benda akan memiliki kecepatan yang konstan kecuali ada gaya yang resultannya tidak nol bekerja pada benda tersebut.Berarti jika resultan gaya nol, maka pusat massa dari suatu benda tetap diam, atau bergerak dengan kecepatan konstan (tidak mengalami percepatan). ------> EF = 0
    2. Hukum Kedua: sebuah benda dengan massa M mengalami gaya resultan sebesar F akan mengalami percepatan a yang arahnya sama dengan arah gaya, dan besarnya berbanding lurus terhadap F dan berbanding terbalik terhadap M. atau F=Ma. Bisa juga diartikan resultan gaya yang bekerja pada suatu benda sama dengan turunan dari momentum linear benda tersebut terhadap waktu. ------> F= ma
    3. Hukum Ketiga: gaya aksi dan reaksi dari dua benda memiliki besar yang sama, dengan arah terbalik, dan segaris. Artinya jika ada benda A yang memberi gaya sebesar F pada benda B, maka benda B akan memberi gaya sebesar –F kepada benda A. F dan –F memiliki besar yang sama namun arahnya berbeda. Hukum ini juga terkenal sebagai hukum aksi-reaksi, dengan F disebut sebagai aksi dan –F adalah reaksinya. --------> EFaksi = EFreaksi

    Disini F adalah "Gaya" yang diibaratkan sebagai "Cinta", m adalah "Massa" yaitu bobot benda dan a (baca: alpha) adalah percepatan yang di ibaratkan sebagai "Usaha".

    Hukum I
    Maksudnya adalah benda tidak akan bergerak apabila tidak akan bergerak apabila tidak ada gaya yang mendorongnya, kalau dikaitkan dengan percintaan ya simple, Anda tidak akan mendapatkan cinta ada apabila tidak didukung oleh gaya (usaha) untuk mendapatkan cinta tersebut. atau hukum I Newton juga bisa di artikan, benda yang bergerak tidak akan berhenti kecuali tidak ada gaya yang menghambatnya, di hubungin lagi dengan cinta, cinta tidak akan berhenti bila tidak ada usaha untuk memalingkannya. so simpel yaaa...

    Hukum II
    Maksud Hukum II Newton ini adalah dengan F adalah total gaya yang bekerja, m adalah massa benda, dan a adalah percepatan benda. Maka total gaya yang bekerja pada suatu benda menghasilkan percepatan yang berbanding lurus. Simpel toh, ini berarti kalau Cinta akan timbul/datang apa bila anda menambah bobot anda, dalam arti bobot anda dapat mempengaruhi timbulnya cinta, bobot seperti apa ?? bobot yang dimaksud disini adalah apa yang Anda miliki, kemampuan, skill, pengetahuan, pengaruh, kepintaran, dll. Kemudian, massa anda di kalikan dengan percepatan yang disini diartikan usaha. Usaha apa yang anda tempuh untuk mendapatkan cinta itu, itu sangat berpengaruh untuk menimbulkan chemestry yang biasanya digunain cewek-cewek untuk menolak pria (Cowok: Neng, mau ngga jadi pacar abang ? ; Cewek : Maaf bang, tapi ade belum dapet chemestry nya sama abang) yah begitulah hubungan antara Hukum II Newton dengan Cinta, yakni siapa anda dan seberapa besar dan seperti apa usaha anda bisa menjadi faktor penentu timbulnya cinta.

    Hukum III
    Hukum III Newton lebih simpel lagi pembaca, Hukum ketiga ini menjelaskan bahwa semua gaya adalah interaksi antara benda-benda yang berbeda, maka tidak ada gaya yang bekerja hanya pada satu benda. Jika benda A mengerjakan gaya pada benda B, benda B secara bersamaan akan mengerjakan gaya dengan besar yang sama pada benda A dan kedua gaya segaris. Jika dimisalkan benda A adalah sang pria dan benda B adalah sang wanita dapat diartikan gaya apa yang pria punya/berikan adalah apa yang akan Anda dapatkan. Nah, terkadang ada pernyataan usaha udaa getol banget tapi ngga dapet2 ? yaa brarti massa anda yang belum bisa diterima oleh si doi.

    itu lah sedikit ulasan tentang cinta dan Hukum Newton, mungkin namanya nanti lama-lama namanya bisa berbubah jadi Hukum Cinta Newton.
    Segitu dulu yah kawan. kapan-kapan kita bersua lagi. 22.41


    Kamis, 05 Juli 2012

    My wishes for today (doa hari ini)

    Kamis, 05 Juli 2012 0
    Terlintas doa dalam Duha

    Ya Allah, berikan dia kelancaran dalam berbicara, dia yang berbicara tentang apa yang ia kerjakan dan masa depan
    Berbicara di depan dua penentu dan satu pembimbing yang akan menentukan masa depannya, berikan kelancaran ya Allah

    Mudahkan berbicaranya, mudahkan menjawabnya, buat dia yang akan melepaskan argumennya dan kebiasaannya dan menggantinya dengan kebiasaan baru

    Ya Allah berikan apa yang selama ini dia impikan sesuatu yang tak mungkin saya capai

    Untuk dia yang mungkin terpajang goresan tangan ku tentang wajahnya di kamarnya, semoga apa yang telah kamu usahakan tidak menjadi sia-sia hari ini

    I"ll just keep you here, in my mind...

    Jumat, 13 Januari 2012

    Jumat, 13 Januari 2012 0

    Mega Proyek Indonesia Jembatan Selat Sunda, Pembiayaannya?

    Indonesia merupakan negara kepulauan, jumlah pulau yang terdapat di Indonesia mencapai 17.508 pulau. Pulau dengan penduduk terbanyak terdapat di pulau jawa, dimana hampir 60% dari penduduk indonesia tinggal di pulau jawa, begitu juga dengan pulau sumatera dimana pulau sumatera ini juga merupakan salah satu pulau besar di Indonesia. Perekonomian kedua pulau ini cukup maju, namun sayang kedua pulau ini terpisahkan oleh selat sunda. Selat sunda ini sedikit menghambat transportasi barang dan jasa, dimana dengan menggunakan kapal feri baik dari pulau sumatera menuju pulau jawa membutuhkan waktu 2-3 jam, belum lagi dengan tingginya jumlah penumpang yang menaiki kapal feri tiap harinya. Dari Bakauheni saja tiap tahunnya jumlah penumpang mencapai 450.523, sedangkan dari Merak mencapai 364.329 orang tiap tahunnya, dan tiap tahun terjadi peningkatan jumlah penumpang sebanyak 6,29%.
    Untuk mengatasi hal tersebut pemerintah provinsi lampung dan banten mencari solusi, dan akhirnya terdapat dua alternatif untuk menjadi penghubung kedua pulau ini yaitu dengan membangun jembatan atau terowongan. Dengan segala pertimbangan ahirnya dipilihlah jembatan sebagai alternatif yang paling memungkinkan. Jembatan Selat Sunda diharapkan nantinya dapat mengembangkan dan membangkitkan perekonomian di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera.
    Berikut ini merupakan spesifikasi jembatan selat sunda yang aka dibangun nanti :
    • Panjang 29 km
    • Lebar 60 m
    • Jalan mobil 2 x 3 m
    • Jalan sepeda motor dan pejalan kaki 2 x 1 m
    • Double track kereta di tengah
    • Lokasi 50 km dari gunung krakatau
    • Design tahan gempa dan tsunami
    • Melintasi 3 pulau, pulau Prajurit, sangiang, dan ular
    • Terdiri atas dua jembatan gantung berbentang ultra panjang 3,5 km dan 7 km
    • Terdiri atas tiga jembatan konvensional berbentang 6-7,5 km
    • Kapasitas maksimum 160 ribu kendaraan per hari dan 31.318 orang per hari
    • Barang seperti batu bara sekitar 1,75 juta ton per tahun atau 4,7 ribu ton per hari
    Sumber pendanaan yang digunakan yaitu konvensional dan non konvensional, dana konvensional dari APBN dan APBD dari pemprov lampung dan banten, sedangkan biaya non konvensional dari investasi pihak asing. Dana yang digunakan untuk membangun jembatan selat sunda ini mencapai 92 triliun rupiah, namun akibat kurang siapnya pemerintah dalam perencanaan dan pembangunan jembatan selat sunda ini akhirnya pembangunan ini terjadi kemunduran. Dampak dari kemunduran perencanaan dan pembangunan jembatan selat sunda ini mengakibatkan nilai proyek semakin besar, dari yang awalnya biaya perencanaan dan pembangunannya Rp 92 triliun terus berubah menjadi Rp 100 triliun, Rp 170 triliun, dan terakhir biaya pembangunannya mencapai Rp 250 triliun. Jumlah ini bertambah dikarenakan ada rencana baru dari pemerintah yaitu pembangunan rel kereta api dan pengembangan kawasan strategis di jembatan selat sunda tersebut.
    Strategi pembiayaan yang dilakukan dalam pembiayaan pembangunan jembatan selat sunda ini menggunakan skim KPS (kerja sama pemerintah swasta) dimana melibatkan konsorsium PT. Bangungraha Sejahtera mulia yang terdiri dari 3 pihak yaitu PT. Artha Graha, Pemprov lampung dan banten. Selain itu telah ada 5 investor yang telah tertarik untuk menanamkan modalnya dalam pembangunan jembatan selat sunda ini, dimana para investor tersebut berasal dari China, jepang, timur tengah, prancis dan korea.
    Namun yang menjadi pertanyaan disini adalah :
    · Strategi pembiayaan apa yang dapat digunakan sebagai pendukung pembiayaan pembangunan jembatan selat sunda tersebut?
    Melihat sistem kerjasama pemerintah swasta (KPS) dalam pembiayaan pembangunan jembatan selat sunda, pemerintah menggunakan skim pembiayaan joint venture, dimana pada dasarnya, joint venture merupakan sebuah bentuk kerja sama pihak swasta dalam membiayai atau melakukan pembangunan. Join Venture juga dijadikan alternatif untuk privatisasi secara penuh yang mana sektor publik dan sektor swasta berbagi tanggung jawab dan kepemilikan untuk memberikan pelayanan. Pada Joint Ventures, sektor publik dan swasta membentuk perusahaan baru atau berbagai kepemilikan atas perusahaan yang ada untuk memberikan pelayanan. Sedangkan persentase kepemilikan dari proyek tersebut dapat ditentukan melalui perjanjian tertulis (MoU). Pada akhirnya, kepemilikan proyek ini akan dikembalikan ke pemerintah seperti layaknya metode BOT.
    Untuk itu pemerintah seharusnya lebih serius dalam negoisasi dengan para investor asing, dikarenakan banyak investor asing yang berminat dengan proyek jembatan selat sunda ini. Jangan sampai kasus monorel dijakarta terulang, dimana kurangnya keseriusan dari pemerintah dalam melakukan negoisasi sehingga investor yang sebelumnya sudah berminat dan tertarik dengan proyek tersebut akhirnya mundur.
    Dan strategi lain dalam pembiayaan pembangunan jembatan selat sunda adalah, pemerintah tidak hanya bekerjasama dengan satu investor asing, kenapa??
    Karena apabila investor tersebut dalam pengerjaan proyek tersebut mengalami kekurangan dana tidak menghambat pembangunan proyek jembatan selat sunda tersebut. Pemerintah harus menggandeng beberapa investor asing untuk bekerjasama (konsorsium) sehingga resiko yang ada dapat diminimalkan dan pembangunan jembatan selat sunda tersebut dapat berjalan sesuai rencana. Mengingat jembatan selat sunda tersebut membutuhkan biaya yang sangat besar.


    Jumat, 09 Desember 2011

    Teori Kompleksitas dan Perubahan Penggunaan Lahan

    Jumat, 09 Desember 2011 0

    Komplesitas merupakan kajian atau studi terhadap sistem kompleks . kata “kompleksitas” berasal dari bahasa latin  complexice yang artinya ‘totalitas’ atau ‘keseluruhan’, sebuah ilmu yang mengkaji totalitas sistem dinamik secara keseluruhan (Dimitrov, 2003). Secara sederhana, dapat dikatakan bahwa sebuah sistem dikatakan kompleks jika sitem itu terdiri dari banyak komponen atau sub-unit yang saling berinteraksi dan mempunyai prilaku yang menarik, namun, secara bersamaan tidak kelihatan terlaulu jelas jika dilihat sebagai hasil dari interaksi antar sub-unit yang diketahui (Parwani, 2002). Mungkin terasa janggal apalagi dengan kata ‘menarik’ dan ‘jelas’ pada definisi di atas. Bruce Edmonds (1999) dalam disertasinya menawarkan definis kompleksitas yang lebih integratif sabagai sifat dan sebuah model yang membuatnya sulit untuk memformulasikan prilaku keseluruhan dalam representasi bahasa yang baik bahkan jika dengan informasi yang lengkap tentang komponen-komponen dan interelasi di dalamnya. Parvard Dugdale (2002) memberikan definisi bahwa sistem kompleksitas adalah sistem yang sulit, yang tidak mungkin untuk membuat deskripsi tentang sistem tersebutf dengan beberapa variabel penyusun tanpa kehilangan hal fungsional dan esensialnya secara keseluruhan.
    Beberapa definisi telah di berikan untuk mengartikan kompleksitas dengan dinamika non linearnya. Namun, secara singkat dapat dikatakan bahwa kompleksitas adalah sifat dan sistem kompleks dimana sistem kompleks adalah sistem yang  sulit karena disusun oleh komponen-komponen penyusun yang saling berinteraksi satu sama lain yang menghasilkan faktor-faktor global sistem yang menggambarkan dinamika evolusionernya. Dalam hal ini kajian kompleksitas menjadi sangat dekat dengan biologi dan non-linearnya. Dinamika ini dekat dengan biologi karena memang sebagian besar modelnya dibangun dengan inspirasi model-model dalam biologi. Hal ini memang dekat dengan dinamika non-linear karena meliputi sistem yang dinamik, tak tertebat dan tak pasti yang memenuhi sifat-sifat ketidaklinearan sistem. Lebih jauh, siste kompleks merupakan sistem yang berusaha melihat secara holistik.
    Lingkungan kota adalah kompleks. Wilayah perkotaan adalah lingkungan untuk berbagai aktifitas seperti orang-orang bekerja di kantor, belanja, membeli jasa, saling berinteraksi dengan teman dan keluarga, makan di rumah makan, membeli dan membangun struktur seperti rumah, bank, pabrik dan sebagainya. Semua itu saling berinteraksi dan saling mempengaruhi antar aktifitas. Dapat dilihat dalam tubuh pemerintahan dan non pemerintahan daerah baik dalam skala lokal, regional, nasional maupun global. Meskipun demikian, kegiatan sosial, ekonomi dan politik ini beraktifitas du dalam lingkungan fisik dengan terdapat peluang dan batasannya. Seperti itulah lingkungan, maka perencanaan kota harus menghadapi tantangan untuk  secara efektif dalam memandu tata kota. Melihat lingkungan kota sebagai sistem komp ketidaklinearannya yang alami. leks berarti melihat lingkungan kota dalam dinamika secara evolusioner dan sifat-sifat ketidaklinearannya yang alami. Dengan ilmu kompleksitas belajar melihat bagaimana melihat ketidak pastian, ketidakstabilan, dan ketidakmungkinan peramalan sistemn merupakan hal yang esensial bagi proses kreatif alam termasuk pada sistem lingkungan sebuah kota (Permana, 2003)
    Kompleksitas ini sendiri sebagai sebuah bagian dari sisi keilmuan saat ini tidak tepat lagi berada dalam sebutan ‘teori kompleksitas’. Kajian kompleksitas lebih tepat di sebut sebagai ilmu kompleksitas (Emonds, 1999), karena :
    a)         Kajian kompleksitas menggunakan teknis formal yang memang baru dan komprehensif seperti automata, model tipologis, jejaring saraf dan sebagainya.
    b)         Berkenaan dengan sistem dimana perilaku yang hendak diamati muncul secara evolusioner berdasarkan dinamika sistem. Secara epistomologis itu memiliki beberapa kaidah pengamatan yang melibatkan beberapa landasan ilmu dengan kategori lama.
    c)         Cenderung menggunakan teknik permodelan yang meramalkan atau menjelaskan sistem dalam orde atau lenih (sifat non-linear).
    Berdasarkan uraian di atas tampak jelas bahwa model sangat membantu dalam menjeskan kompleks. Sementara itu, model merupakan suatu pola dari sesuatu yang akan dibuuat atau di hasilkan. Simarmata (1983) mendefinisikan model sebagai abstraksi dari realitas dengan hanya memusatkan perhatian pada beberapa bagian atau sifat dari kehidupan sebenarnya. Jenis-jenis model dapat diklarifikasikan sebagai berikut :
    ·         Kelas I, pembagian menurut fungsi terdiri dari :
    Model deskriptif, hanya menggambarkan situasi sebuah sistem tanpa rekomendasi dan peramalan sebagai miniatur obyek yang di pelajari.
    Model Prediktif, Model menggambarkan apa yang akan terjadi, bila sesuatu telah terjadi.
    Model normatif, merupakan model yang menyediakan jawaban terbaik terhadap suatu persoalan. Model ini memberikan rekomendasi tindakan-tindakan yang perlu di ambil, disebut juga sebagai model simulasi. Masalah model normatis biasanya berbentuk penetuan nilai-nilai dari variabel yang dapat dikendalikan yang akan menghasilkan manfaat yang paling besar seperti yang di ukur oleh variasi hasil atau kriteria.
    ·         Kelas II, pembagian menurut struktur terdiri dari :
    Model Ikonik, yaitu model yang dalam suatu skala tertentu meniru sistem aslinya.
    Model Analog, yaitu yang meniru sistem aslinya dengan hanya mengambil beberapa karakteristik utama dan menggambarkan dengan benda atau sistem lain secara analog.
    Model Simbolis, yaitu model yang menggambarkan sistem yang di tinjau dengan simbol-simbol, biasanya menggunakan simbol-simbol matematik. Dalam hal ini di wakili oleh variabel-variabel dari karakteristik sistem yang di timjau.
    ·         Kelas III, Pembagian menurut referennsi waktu terdiri dari :
    Model statis, yaitu model yang tidak memasukkan faktor waktu dalam perumusannya.
    Model Dinasmis, yaitu model yang mempunyai unsur waktu dalam perumusannya dan menunjukkan perubahan setiap saat akibat aktifitasnya.
    ·         Kelas IV, pembagian atas referensi kepastian terdiri dari :
    Model Deterministik, yaitu model yang di dalam setiap kumpulan nilai input, hanya ada satu output yang unik, merupakan solusi model dalam keadaan pasti.
    Model Probabilistik, yaitu model yang mencakup distribusi probabilistik (kemungkinan) dari input atau proses dan menghasilkan suatu deretan nilai bagi paling tidak satu variabel output disertai dengan kemungkinan-kemungkinan dari nilai-nilai tersebut.
    ·         Kelas V, pembagian dari generalitas yang terdiri dari :
    Model Umum, yaitu model yang dapat di terapkan pada berbagai bidang fungsional.
    Model Khusus, yaitu model yang dapat diterapkan terhadap sebuah bidang usaha fungsional tungga atau yang unik saja dan hanya dapat digunakan pada masalah-masalah tertentu.
    Literatur permodelan perubahan penggunaan lahan memberikan berbagai macam klasifikasi model. Wilson (1974) mengajukan klasifikasi model berdasarkan dominasi penggunaan teknik dalam penyusunan model. Batty (1976) membedakan antara substansi dan desain kriteria dalam mengelompokkan model. Issasev (1982) menyebutkan empat kemungkinan pendekatan untuk mengklasifikasikan model, yaitu:
    a.       Konstruksi atribut yang mencirikan aspek sebuah model.
    b.      Spesifikasi fungsi dan kriteria sebagai kerangka kerja evaluasi umum.
    Konstruksi model ‘ideal’ sebagai kerangka acuan untuk menjustifikasi model-model lainnya.
    c.       Perbandingan silang model pada basis karakteristik struktur umumnya.
    Menurut briassoulis (2000), model perubahan penggunaan lahan dikategorikan menjadi empat jenis, yaitu model statistik dan ekonometrik (statistical and econometric models); model interaksi spasial (spatial intraction model); model optimasi (optimation model); model terintegrasi (integreted models).
    Model statistik dan ekonometrik (Colenut, 1968 dan Lee , 1973) adalah mdel yang menggunakan teknik-teknik statistik dan menjelaskan hubungan matematis antara variabel independen (predictor) dalam membangun modelnya. Model ini diperluas penggunaannya ke dalam permodelan sosio-ekonomi dan sistem lainnya. Teknik yang sering digunakan dalam model ini adalah analisis regresi berganda.
    Model interaksi spasial berawal dari usaha murni untuk memodelkan interaksi aktifitas manusia berdasarkan analogi hukum gravitasi dalam ilmu fisika (Hynes dan Fotheringham, 1984). Model ini telah digunakan untuk memodelkan berbagai macam interaksi aktifitas aktifitas manusia seperti perjalanan ke kantor, belanja sirkulasi dan mobilitas pada umumnya. Pada perkembangannya model ini di gunakan untuk mengatasi masalah perubahan penggunaan lahan (briassoulis, 2000).
    Model optimasi merupakan pemrograman matematis dan teknik optimasi untuk analisis wilayah dan perkotaan. Sejak tahun 1950 dikembangkan ke dalam teknik pemecahan masalah dan teknologi komputer, model ini memiliki rekam yang mengagumkan dan berlanjut untuk menarik kontribusi penelitian secara signifikan sama seperti untuk menawarkan pendukung keputusan di berbagai macam keadaan, tak terkecuali di dalam perencanaan. Model optimasi khusus berorientasi untuk menghasilkan solusi optimal yang didefinisikan oleh yang berwenang (pengguna atau pembuat keputusan. Dengan kata lain, model ini cocok untuk pendukung keputusan pada situasi tertentu, dimana masalah utamanya adalah bagaimana memilih solusi untuk memutuskan suatu masalah dengan satau atau lebih tujuan yang memuaskan dan dengan mempertimbangkan hambatan. Oleh karena itu, model ini dapat digunakan untuk alat evaluasi. Dengan model ini telah ditemukan aplikasi penting dalam analisis penggunaan lahan, khususnya aplikasi perencanaan penggunaan lahan, dan akhir-akhir ini model ini berguna untuk mencari solusi solusi pernggunaan lahan yang berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan, lingkungan dan sumberdaya lingkungan (Briassoulis, 2000).
    Model terintegrasi, pada umumnya muncul pada tahun 1960-an selama ‘revolusi kuantitatif’ terjadi dalam analisis geografis wilayah dan perkotaan. Beberapa model ini telah berkembang sejak awal dekade tahun 1960 yang masih mencakup aspasial, dalam arti model ini mempertimbangkan interaksi antara beberapa aspek sistem spasial tapi tanpa ketegasan referensi kerangka spasial seperti, demografi-ekonomi, energi-ekonomi, lingkungan ekonomi dan sebagainya. Model ini pernah memasukkan dimensi ruang/spasial, ketika model ini di formulasikan kee konteks interegional atau multi regional (Issaev et al, 1982). Karakteristik umum model terintegrasi, adalah model ini sebagian besar adalah model yang berbentuk skala luas. Itu terbukti dengan banyaknya literatur model skala luas yang mengupas tentang model terintegrasi (Batten dan Boyce, 1986; Boyce, 1988; Wegener, 1994). Jarak tingkatan spasila tercakup dari kota metropolitan sampai global. Jangkauan spasial model terintegrasi tergantung pada tujuanmodel dan direfleksikan dalam struktur model terintegrasi. Lima dimensi integrasi dapat dibedakan secara umum, yaitu :
    a.       Integrasi spasial, dimana interaksi vertikal dan horizontal antar tingkatan ruang ditekan pada fenomena yang dimodelkan.
    b.      Interaksi sosila, dimana model mempersembahkan keterkaitan dan hubungan dua atau lebih sektor ekonomi seperti perdagangan, perumahan, transportasi, industri, pertanian dan sebagainya.
    c.       Integrasi penggunaan lahan, dimana perhitungan model untuk interaksi antara lebih dari dua tipe penggunaan lahan seperti perumahan, perdagangan, industri, transportasi, dan sebagainya.
    d.      Integrasi lingkungan, ekonomi dan sosial, dimana model menunjukkan keterkaitan antara sedikitnya dua komponen sistem spasial seperti ekonomi-lingkungan, ekenomi-masyarakat, ekonomi-energi, dan sebagainya.
    e.       Integrasi sub-market, dimana model menunjukkan bagaimana perbedaan sub market mempengaruhi satu sama lainnya, integrasi ini mempertimbangkan antara penawaran dan permintaan.
    Diasamping itu terdapat pendekatan lain dalam permodelan perubahan penggunaan lahan, yaitu dengan Sistem Informasi Geografis (GIS based modelling). Kemampuan sistem informasi geografis dalam melakukan analisis dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu sistem informasi dan pemantauan penggunaan lahan. Sesuai dengan fungsinya sebagai alat bantu, maka sistem informasi geografis disusun dalam bentuk sebuah model yang dapat dimanfaatkan dalam tujuan tertentu. Analisis pada dasarnya merupakan proses pemberian makna dari sekumpulan data. Analisis dalam sistem informasi geografis dapat dilakukan melalui suatu perhitungan, komputasi statistik, pembentukan model pada serangkaian nilai data atau proses operasi lainnya. Salah satu keunggulan dari sistem informasi geografis adalah kemampuan menghubungkan beberapa peta dengan sebuah pernyataan aljabar secara bersama-sama untuk membentuk alogaritma yang lebih kompleks. Beberapa peta da tabel data atribut dapat di kombinasikan ke dalam sebuah proses tunggal, proses kombinasi beberapa peta secara bersamaan sering disebut dengan pemodelan peta atau pemodelan kartografis (Bonham dan Carterarter, 1996).

    Senin, 04 Juli 2011

    Ilmu Ikhlas Dalam Mencintai

    Senin, 04 Juli 2011 5
    Posting ini adalah ilmu yang sedang saya pelajari.... "ikhlas" adalah kata2 yang mudah untuk keluar tetapi susah untuk di implementasikan. Hal ini terjadi karena, mungkin kalian sendiri yang belum mengerti definisi sebenanrnya tentang ikhlas sendiri. Di bawah ini adalah beberapa definisi yang saya dapat dari berbagai sumber :
    1. Ikhlas adalah kualitas tertinggi kemurnian hati, hanya karena Tuhan dan untuk Tuhan. Dalam setiap perbuatan, kita dituntut untuk selalu ikhlas. Ikhlas sebelum melakukan amal, ketika sedang, dan setelah      melakukannya. Contohnya, ketika kita akan bekerja maka kita niatkan hanya untuk Tuhan, dan sesudah bekerja pun kita tetap mengingat-ingat bahwa bekerja yang baru saja kita lakukan ikhlas karena Tuhan .
    2. Ikhlas menurut bahasa adalah sesuatu yang murni yang tidak tercampur dengan hal-hal yang bisa mencampurinya. Dikatakan bahwa “madu itu murni” jika sama sekali tidak tercampur dengan campuran dari luar, dan dikatakan “harta ini adalah murni untukmu” maksudnya adalah tidak ada seorangpun yang bersyarikat bersamamu dalam memiliki harta ini. \
    3.  bersih hati; tulus hati: memberi pertolongan dng --; mereka benar-benar --; 
    meng·ikh·las·kan v memberikan atau menyerahkan dng tulus hati; merelakan:kami telah ~ kepergiannya; dia ~ tanahnya untuk tempat pembangunan rumah sakit; 
    ke·ikh·las·an n ketulusan hati; kejujuran; kerelaan: kita menghargai ~ nya menyerahkan sumbangan kpd yayasan yatim piatu (KBBI)

    Dari beberapa definisi di atas mugkin tergambar bagaimana pengertian ikhlas sebenarnya. Ikhlas bisa di artikan sebagai sesuatu atau melakukan sesuatu dengan tanpa mengharapkan penghargaan, bayaran, balasan dll yang sifatnya adalah berian. Namun, tetap saja takaran ikhlas tidak dapat di lihat secara kasat mata, selalu butuh perhatian untuk melihat takaran ke ikhlasan orang. Nah itulah yg membuat sulit untuk melihat takarannya….
    Setelah itu bagaimana kalau keikhlasan di hubungkan dengan “Cinta” . nah ini yang sedang saya alami.hahhahaa… dalam sebuah hubungan, terkadang kala tidak di landasai dengan keikhlasan, maka hubungan tersebut akan tidak sehat... atau akan memberatkan salah satu pihak.
    pengalaman saya yang saya ceritakan di sini, dimana mencintai pun harus ikhlas karena Tuhan, bukan untuk mendapatkan kesenangan dunia atau jaminan dunia...
    Ketika kita mencintai seseorang, cintai lah dia dengan ikhlas. Artinya mencintai karena Tuhan bukan karena nafsu atau hanya keinginan. Dalam cinta yang ikhlas terdapat beberapa variabel, dimana mencintai karena agama dan mencintai untuk melindungi dan membahagiakan. Jadi, jangan heran kalau ada satu pepatah "Cinta Tidak Harus memiliki". Tidak Harus memiliki dalam arti, mencintai karena Tuhan dan mencintai untuk melindungi dan membahagiakan. Dan ketika ternyata cinta berbalas, maka  anggaplah itu titipan Tuhan dengan menjaga dan menyayanginya sepert kamu menyayangi Tuhanmu. Ketika mungkin "kasih tak sampai" belajar lah menyayangi dia dengan ikhlas, yakni menyayangi tanpa mengharapkan balasan cinta darinya, namun tetaplah berikan rasa kasih sayangmu untuk melindungi dia dan membahagiakan dia sayangi dia murni karena Allah dan kasihi karena Islam penuh dengan kasih sayang . :)





     
    WRITE YOUR "OWN" ◄Design by Pocket, BlogBulk Blogger Templates