Selasa, 15 Februari 2011

Mengapa Harus Merayakan Vilentine ????

Selasa, 15 Februari 2011 0
Sampe sekarang saya tidak mengerti, mengapa harus merayakan hari valentine ??
Dulu saat masih SMP dan SMA, rasanya valentine adalah hari yang di tunggu-tunggu oleh wanita-wanita... hahahaa. Ga mungkiri sih, dulu saya juga sempet ngasih kado pas valentine ke mantan, tapi kalo dipikir-pikir emagnya ada yang spesial yah pada hari dan tanggal tersebut ???
beberapa hari ini say meneonton televisi yang isi nya tentang valentine-valentine an. yang bertajuk spesial valentine lah, apa lah itu. n rasanya kok ga etis yah merayakan hari valentine. Kalo di lihat sejarahnya sii 14 Februari adalah sebuah hari di mana para kekasih dan mereka yang sedang jatuh cinta menyatakan cintanya di Dunia Barat. Asal-muasalnya yang gelap sebagai sebuah hari raya Katolik Roma didiskusikan di artikel Santo Valentinus. Beberapa pembaca mungkin ingin membaca entri Valentinius pula. Hari raya ini tidak mungkin diasosiasikan dengan cinta yang romantis sebelum akhir Abad Pertengahan ketika konsep-konsep macam ini diciptakan.
Hari raya ini sekarang terutama diasosiasikan dengan para pencinta yang saling bertukaran notisi-notisi dalam bentuk "valentines". Simbol modern Valentine antara lain termasuk sebuah kartu berbentuk hati dan gambar sebuah Cupido (Inggris: cupid) bersayap. Mulai abad ke-19, tradisi penulisan notisi pernyataan cinta mengawali produksi kartu ucapan secara massal. The Greeting Card Association (Asosiasi Kartu Ucapan AS) memperkirakan bahwa di seluruh dunia sekitar satu milyar kartu valentine dikirimkan per tahun.[1] Hal ini membuat hari raya ini merupakan hari raya terbesar kedua setelah Natal di mana kartu-kartu ucapan dikirimkan. Asosiasi yang sama ini juga memperkirakan bahwa para wanitalah yang membeli kurang lebih 85% dari semua kartu valentine.
Di Amerika Serikat mulai pada paruh kedua abad ke-20, tradisi bertukaran kartu diperluas dan termasuk pula pemberian segala macam hadiah, biasanya oleh pria kepada wanita. Hadiah-hadiahnya biasa berupa bungamawar dan cokelat. Mulai tahun 1980-an, industri berlian mulai mempromosikan hari Valentine sebagai sebuah kesempatan untuk memberikan perhiasan.
Sebuah kencan pada hari Valentine seringkali dianggap bahwa pasangan yang sedang kencan terlibat dalam sebuah relasi serius. Sebenarnya valentine itu Merupakan hari Percintaan, bukan hanya kepada Pacar ataupun kekasih, Valentine merupakan hari terbesar dalam soal Percintaan dan bukan berarti selain valentine tidak merasakan cinta.(http://id.wikipedia.org/wiki/Hari_Valentine).
Kalo cuma hari pernyataan cinta nya Pak Santo Valentinus knp mesti di rayakan ???
Saya sebagai umat beragama (Islam) meragukan itu, di kutip dari Surat Al-An'am ayat 116 “Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang di muka bumi ini, nescaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti prasangka belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).” (Surah Al-An’am : 116).
Sangat mengerikan apa yang di janjikan oleh Allah karena mendustakannya, kemudian di dunia juga terdapat beberapa fakta tentang perbedaan cara merayakan hari valentine :
* Amerika Selatan: Di Amerika Selatan, hari Valentine dianggap sebagai hari kasih sayang dan persahabatan.
* Asia: Di Asia itu adalah kebiasaan bahwa perempuan hanya memberikan coklat kepada laki-laki di hari Valentine. Ada sebuah tradisi Taiwan yang mengatakan jumlah karangan bunga mawar di Hari Valentine memiliki banyak signifikansi. Sebagai contoh, 108 mawar berarti "menikah."
* Finlandia: 14 Februari adalah hari untuk mengingat teman-teman dalam budaya Finlandia.
* Denmark: Pria mengirimkan cinta anonim catatan kekasih mereka. Jika penerima menebak siapa pengirimnya adalah, ia menerima telur Paskah di akhir tahun.
* Skotlandia: Hadiah dipertukarkan seperti cinta-tanda atau-benar-cinta knot.

hahahhaaa, sangat mengherankan kenapa valentine berasa spesial hanya karena sebuah kebiasaan. Sangat mudah di patahkan apabila kita berpikir seharusnya kasih dan sayang di berikan setiap hari bukan hanya tanggal 14 febuari...
penting ga sih ??
kalo anda merasa ga penting mendingan katakan :
 "HARI VALENTINE BUKAN HARI YANG SPESIAL DI KALENDER ISLAM, VALENTINE BUKAN SEBUAH PERAYAAN HANYA SEBUAH KEBIASAAN..NAHH..KEBIASAAN YANG BURUK HARUSSS DI HILANG....KAN"

Selasa, 11 Januari 2011

Pinjaman Luar Negri Sebagai Sumber Pembiayaan Pembangunan yang Riskan

Selasa, 11 Januari 2011 6
Sumber dana pembiayaan pembangunan yaitu utang dan bantuan lura negeri. Sesuai amanat dari GBHN bahwa tingkat utang luar negeri perlu dikurangi, pembahasan ini lebih memfokuskan pada analisis terhadap utang luar negeri berikut permasalahan dan agenda ke depannya.
Jika dilakukan perbandingan negara-negara berkembang Asia lainnya dan beberapa negara Amerika Latin tahun 1987-2000, pada dasarnya Indonesia bukanlah satu-satunya negara yang menghadapi masalah luar negeri. Dalam hal stok terhadap PDB pada tahun 2000, Indonesia tergolong paling besar namun dalam hal beban pembayaran terhadap ekspor barang dan jasa, Indonesia tidaklah sebesar Argentina dan Brazil. Bahkan stok utang luar negeri Indonesia sudah mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Negara yang menghadapi masalah pembayaran luar negerinya cenderung mengalami gangguan ketidakseimbangan eksternal (external imbalances). Masalah akibat ketidakseimbangan eksternal tidak hanya dihadapi oleh Indonesia. Hal itu dapat dilihat dari masih banyaknya negara yang menjadi pasien IMF sehingga perlu mendapatkan kucuran dana dari lembaga keuangan internasional tersebut.
Permasalahan utang luar negeri sekarang telah menjadi fokus perhatian utama meski pada awalnya sendiri utang luar negeri seperti dimanatkan oleh GBHN tahun 1973 hanya sebagai pelengkap dan pembantu akan tetapi dalam perjalanannya telah terjadi penumpukan stok utang luar negeri yang relatif tinggi. Posisi utang yang sudah tinggi tersebut membawa konsekwensi logis pada beban pembayarannya.
Melemahnya nilai tukar rupiah juga menyebabkan kewajiban pembayaran utang dalam rupiah menjadi meningkat secara tajam, sementara ketersediaan dana luar negeri semakin sulit. Bagi sektor swasta, melemahnya nilai tukar rupiah mengakibatkan sektor ini harus menyediakan rupiah lebih besar untuk pembelian valas dalam rangka
Pembayaran kembali utang luar negerinya. Beban pembayaran menjadi semakin berat karena keperluan pembayaran utang yang sudah jatuh tempo telah meningkatkan permintaan terhadap mata uang dolar Amerika yang otomatis semakin menekan nilai tukar rupiah.
Selain masalah pembayaran kembali, dengan utang yang besar juga harus disadari kerentanannya terhadap segala gejolak dari luar seperti halnya pada waktu terjadi naiknya bunga internasional (pada awal tahun 1980an), turunnya harga komoditi andalan ekspor dan seperti yang terjadi pada pertengahan 1997 yaitu exchange over yang diikuti dengan perpindahan modal (capital movement).
Permasalahan lainnya adalah rendahnya kualitas proyek yang sudah dibangun dari pendanaan utang luar negeri, dimana bangunan yang terbengkalai, terjadinya pembangunan yang tidak merata, disertai masih rendahnya kualitas sumber daya manusia termasuk pemahaman terhadap pentingnya masalah kesehatan dan kebersihan. Dengan demikian dapat dikatakan dana pembangunan yang sebagian besar ditopang oleh pinjaman luar negeri tidak optimal pemanfaatannya. Meskipun tingkat penyerapan (disbursement ratio) menunjukkan angka yang tinggi namun tidak selalu mencerminkan kualitas proyek yang sudah dibangun
Ukuran efektifitas lainnya yaitu progress variant. Dengan semakin kompleknya masalah yang dihadapi setelah krisis, otomatis semakin banyak proyek yang progress variannya negatif cukup besar. Hal itu menyebabkan beban pada kewajiban commitment fee dari sejumlah dana yang belum/tidak diserap (undisbursed balance). Sejak krisis jumlah proyek yang telah menjadi commitment dalam CGI tidak banyak yang dapat direalisasikan. Kecilnya realisasi terhadap commitment proyek baru berkaitan dengan persyaratan yang diajukan oleh donor semakin ketat, dimana besar kecilnya commitment lembaga donor tergantung keberhasilan Indonesia dalam memenuhi persyaratan. Persyaratan yang cukup menonjol adalah penyusunan on lending policy dan pelaksanaan fiduciary control yang pada intinya adalah perbaikan proses pengadaan barang dan jasa (proqurement process) yang lebih transparan.
Penyelesaian utang pemerintah telah dilakukan melalui forum Paris Club I, II, III, dan London Club. Beberapa kalangan berpendapat bahwa penyelesaian masalah utang pemerintah melalui Paris Club hanya merupakan solusi jangka pendek atau mengurangi defisit anggaran pemerintah jangka pendek. Beberapa kalangan termasuk LSM mengharapkan untuk selanjutnya perlu dijajaki peluang solusi yang lain seperti mendapatkan hair cut atau debt conversion guna mengurangi tekanan pembayaran ke depan sehingga mencapai tingkat debt service sustainable. Namun perlu dipahami bahwa keberhasilan mendapatkan rescheduling bukan persoalan yang sederhana, karena harus mengikuti ketentuan dan prisip yang harus disetujui oleh seluruh anggota Paris Club.
Berdasarkan pengalaman yang panjang, jika pinjaman tidak direncanakan secara matang dan benar-benar sesuai dengan kebutuhan, tidak dialokasikan secara tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan secara efisien, maka PLN akan menimbulkan masalah besar dan bahkan menyebabkan fiscal unsustainable. Sejalan dengan amanat GBHN 1999 bahwa Indonesia harus meningkatkan kemampuan pengelolaan dana pinjaman luar negeri dengan tujuan akhir adalah mencapai kemandirian dalam pembiayaan pembangunan. Oleh karena itu manajemen utang luar negeri harus diperbaiki bahkan diubah unt

uk meningkatkan optimalisasi pemanfaatannya dan dikontrol sampai pada level yang aman.

Jumat, 17 Desember 2010

Saat Pemimpin Tak Layak Memimpin di beri Kesempatan Kedua

Jumat, 17 Desember 2010 0
11.07 Kosan tercinta ...
Pagi ini seperti hidayah, aq mendengarkan cerita di sebuah radio swasta ...begini ceritanya ...

Seorang pengusaha terkenal sekarang dalam kondisi sekarat di dalam sebuah rumah sakit, pasalnya tadi pagi dia terpeleset di dalam kamar mandi dan sesaat kemudian terkapar di dalam kamar mandi karena kepala bagian belakangnya terbentur hebat saat dia terjatuh.
Setelah koma selama 5 hari dalam keadaan kritis di rumah sakit, di sela-sela keadaan kritisnya, pengusaha tersebut di hampiri oleh secercah cahaya putih terang sekali sehingga membuatnya silau, dan sesaatnya ia membuka mata dalam mimpinya ia melihat sesuatu yang tak pernah di bayangkannya .. MALAIKAT ..
Sejenak kemudian malaikat itu menghampiri dan berkata " Wahai, anakku..waktu hidupmu di dunia telah habis...dan aku akan mengambil nyawamu tepat 24 jam setelah pertemuan ini"...terpasang wajah angkuhnya sang pengusaha yang sesaat kemudian terenung memelas..
"TAPI, Allah akan memberikanmu kesempatan ke dua apa bila ada 50 orang yang mendoakan untuk kesembuhanmu, wahai anakku"lanjutNya. dan sedetik kemudian wajah pengusaha kembali menjadi sombong dan ia berkata.
"Jika hanya 50 orang yang akan mendoakan kesembuanku itu mudah" seraya menunjukan wajah kejinya "Karyawanku lebih dari 200 orang, relasiku sangat banyak di luar sana dan saya yakin mereka akan mendoakan aku" sambungnya.
"Baiklah wahai anakku, aku akan kembali saat waktunya telah tiba" Malaikat pun pergi meninggalkanya.
..............................................23 jam kemudian.................................
Karena kasihan kepada pengusaha tersebut Malaikat pun kembali untuk mengunjunginya. Sang pengusaha dengan antusias bertanya "apakah saya akan di sembuhkan karena telah lebih dari 50 orang yang mendoakan saya??" Malaikat menjawab"tidak wahai anakku, sampai saat ini hanya ada 3 orang yang mendoakanmu.." terheran-heran sang pengusaha bertanya kembali " Lalu kemana keryawan-karyawan ku, teman-teman relasiku??" tanya sang pengusaha dan wajahnya pun berubah menjadi wajah takut, bingung, lesu, tertunduk...
"Mereka tidak ada yang mendoakan untuk kesembuhanmu anakku, bahkan ada yang mendoakanmu agar cepat meniggalkan dunia ini" Wajah sang pengusaha tertunduk dan meneteskan air mata kemudian dalam sedunya ia kembali bertanya " Siapa 3 orang yang mendoakanku?" dan terbersit dalam benak nya siapa 47 orang lagi yang akan mendoakannya.
Malaikat pun mengambil sebuah barang seperti televisi yang menunjukan dua orang anak yang bedoa sambil menegakkan tangannya memohon kesembuan bagi sang ayah dan seorang wanita yang terduduk dalam Shalat Tahajud nya dan berdoa dengan khusyu " Ya Allah, berikanlah kesembuhan bagi suamiku..walaupun ia bukan suami yang baik bagiku, tapi sepeninggalnya apabila kau ambil dia..siapa yang akan mengurus dua titipanmu Ya Allah" tangispun menetes di pipi wanita tersebut, sambil terisak-isak wanita tersebut melanjutkan doanya " Walapun ia bukan seseorang yang baik dalam kesehariannya, pernah dia memecat karyawannya tanpa alasan, pernah ia mengambil apa yang bukan miliknya(korupsi), banyak kecurangan-kecurangan dalam pekerjaannya dan membantu sesama bukan karena keikhlasanya tapi hanya untuk meningkatkan pamor dan mendapat simpati orang. Namun, aku tidak sanggup untuk menjalani hidup ini dan merawat titipanmu ya Allah".
Sang pengusaha terisak dan menagis tersedu-sedu, MENYESAL...namun terlambat untuk menyesal sekarang di akhir hidupnya baru ia menyadari kesalahan dan keangkuhannya telah mensengsarakan banyak orang...
"Allah telah berbaik hati untuk memberimu kesempatan hidup anakku, namun kau tidak mempergunakannya dengan baik.." Malaikat kembali meninggalkan sang pengusaha yang terisak dan tangis membanjiri pipinya...
penyesalan yang teramat sangat sampai matanya mengeluarkan darah karena derasnya air mata yang mengalir di pipinya karena PENYESALAN...

.......................................................................................................................................................................
padanya saat nya Malaikat kembali menghampirinya dengan cahaya yang sangat terang...kemudian sang pengusaha dengan tangis darahnya berkata " Apabila sudah saatnya saya di panggil, ambil lah aku"...........dengan wajahnya yg memancarkan penyesalan yang mendalam. Malaikat tersenyum dan berkata" Allah telah melihat penyesalanmu, kau akan kembali ke dunia". Terheran pengusaha bertanya " Adakah yang mendoakan kesembuhanku lagi?" kembali di keluarkan layar seperti televisi yang menujukan sebuah tempat berbentuk aula yang berisi anak-anak yang sedang mengangkat tangannya sambil berdoa." Apa kau pernah berada disini?" tanya Malaikat." Ya, ini adalah panti asuhan yang pernah aku kunjungi dan aku beri bantuan untuk memperlancar proyekku" jawab sang pengusaha sambil tertunduk
" Tepat sekali anakku, kemarin seorang anak di panti asuhan ini membaca sebuah koran yang menunjukan berita, "Seorang Pengusaha Sekarat dan Koma Selama 5 Hari", setelah melihat fotomu dan yakin kalau orang yang sedang terkapar adalah orang yang pernah membantu mereka, merekapun sepakat untuk mengadakan doa bersama untuk kesembuhan mu, TEPAT jam 12 ini".

Cerita ini membuat bulu kuduk saya merinding dan kepala saya sliwer-sliwer...ternyata kehidupan kita terus di pantau dan di liat oleh yang Maha Kuasa...

Semoga cerita ini bisa menjadi inspirasi dan introspeksi buat teman-teman yang membaca :)

....BANYAK ORANG YANG ANGKUH KARENA KEDUDUKANNYA, NAMUN DI MATANYA KITA SEMUA SAMA...


12.05 huuaaaa ngantuk :p. thanks all....


Selasa, 07 Desember 2010

Indonesia Let Us Know About Your Strenght

Selasa, 07 Desember 2010 0
Hehehheee..
Saya kembali menuliskan blog ini,  sekarang saya ingin membagi cerita tentang persebaknolaan Indonesia. Timnas Indonesia malam ini akan melakoni laga panas melawan Timnas Thailand, dan partai hidup mati untuk Timnas Thailand yang ingin memastikan diri untuk lolos ke semi final AFF 2010.
Indonesia yang di untungkan karena sudah lolosnya Indonesia ke semi final dengan predikat juara grup dengan mengalahkan penyandang emas SEA Games 2009 Malaysia 5-1 dan Mempecundangi tim kuda hitam Laos 6-1 percaya diri akan mengalahkan Thailand. Namun, Thailand memiliki ambisi tersendiri. Tim yang notabenya adalah tim terkuat di kawasab Asia Tenggara ini tidak ingin pulang hanya dengan predikat tidak lolos fase grup.
Namun, jika melihat statistik Thailand unggul jauh dari Indonesia. Dari 29 kali pertemuan kedua  negara Indonesia hanya menang 8 kali, 1 kali seri dan 20 kali menderita kekalahan. Tapi kayaknya tahun ini berbeda deh, soalnya bintang baru Indonesia Cristian Gonzales dan Irfan Bachdim akan berduet untuk merobek gawang Thailand.
Dari segi kemampuan dan fisik Indonesiapun kalah jauh dari Thailand ini terbukti dengan belum pernah menangnya Indonesia dari Thailand dalam satu dekade terakhir berikut hasil dari tujuh laga terakhir Indonesia V Thailand :
  1. 05-09-1998 (Perebutan Posisi III dan IV) Indonesia V Thailand 5-4 (3-3) agregate
  2. 31-08-1998 (Grup A) Thailand V Indonesia 3-2
  3. 18-10-2000 (Perebutan Posisi III dan IV) Thailand V Indonesia 4-1
  4. 10-10-2000 (Grup A) Thailand V Indonesia 4-1
  5. 29-12-2004 (Perebutan Posisi III dan IV) Indonesia V Thailand 2-4 (2-2) agregate
  6. 16-12-2008 (Semifinal I) Indonesia V Thaialand 2-2
  7. 20-12-2008 (Semifinal II) Thaniland V Indonesia 2-0
Dari tujuh pertandingan terakhir Indonesia hanya menang satu kali atas Thailand, kemengangan tersebutpun diraiha pada saat masa keemasan Kurniawan DY dkk. Dengan mengalahakan Thailand malam ini Indonesia akan semakin kokoh di puncak klasemen dan akan menyapu bersih seluruh pertandingan penyisihan fase grup AFF 2010. Saya yakin malam ini Indonesia akan memenangkan pertandingan dan menjadi juara AFF 2010 ini. Malam ini merupakan momen yang tepat untuk membuktian kalau Timnas Indonesia  patut untuk di perhitungkan di mata dunia.

...AYOOO SAMA-SAMA DUKUNG INDONESIA UNTUK KIBARKAN MERAH PUTIH DAN TANCAPKAN LAMBANG GARUDA DI DADAMU... 


Sabtu, 04 Desember 2010

Pengembangan dan Pemberdayaan Sektor Informal

Sabtu, 04 Desember 2010 3
Permasalahan sektor informal seakan tiada pernah henti meski secara teoretis sektor ini bukanlah fenomena yang baru. Sektor informal sudah ada di sekeliling kita sejak manusia ada di muka bumi. Karena sejak manusia ada di muka bumi, mereka melakukan kegiatan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dengan cara menciptakan kerja sendiri atau self employed. Akan tetapi, sektor informal selalu saja mendapatkan stigma sebagai "penghambat" pembangunan.
Kendala klasik tersebut selalu saja menuai permasalahan yang kian hari kian sempit ruang geraknya. Akibatnya, sektor informal semakin sulit untuk dapat mengembangkan usahanya demi memenuhi kebutuhan keluarganya. Sehingga pertumbuhan penduduk yang semakin pesat menyebabkan berkurangnya lapangan pekerjaan formal. Karena, pertumbuhan penduduk tersebut tidak diimbangi dengan penciptaan lapangan kerja dengan membangun sumber daya yang berkualitas. Sehingga, sumber daya manusia yang dihasilkan tidak mampu mengikuti kompetisi di era industrialisasi yang semakin ketat. Hal ini ternyata menyebabkan sumber daya manusia yang minim modal dan keterampilan. Dalam hal ini menyebabkan kegiatan sektor ekonomi informal untuk dijadikan sebagai lahan mata pencaharian bagi pemasukan ekonomi bagi keluarga. Dan, inilah permasalahan paling mendasar yang dialami sebagian besar warga perkotaan, yakni merebaknya kemiskinan.
          Penciptaan lapangan kerja dan pengentasan kemiskinan di perkotaan merupakan dua dari berbagai masalah besar yang harus di cari jalan pemecahannya dalam pembangunan nasional. Beberapa ahli mengatakan dan pengamat ekonomi menganjurkan perlunya perhatian pada pengembangan kegiatan ekonomi sektor informal di perkotaan. Namun, ada juga yang cenderung lebih menekankan kepada kegiatan ekonomi sektor moderen. Misalanya, melalui perluasan investasi dan industrialisasi di perkotaan.
          Pendapat ini juga beranggapan bahwa pengembangan sektor informal di perkotaan hanya akan menimbulkan persoalan baru baik sosial maupun lingkungan perkotaan. Namun di lain pihak, informalisasi perkotaan dapat menciptakan lapangan kerja dan mengentaskan kemiskinan di perkotaan Indonesia. Oleh karena itulah buth perhatian yang lebih besar terhadap sektor informal ini. Hal ini karena sektor informal mampu menjadi sumber pertumbuhan baru serta tumpuan utama dalam pembangunan nasional di masa mendatang.
Sektor informal selain penuh dengan kontroversi juga memiliki manfaat yang notabene membantu khususnya dalam perekonomian. Kadir dan Bintoro (2000) mengatakan sektor informal memiliki dua manfaat, yakni :
·         Dalam berbagai keterbatasannya serta dalam situasi persaingan ekonomi kapitalis yang ketat, sektor informal telah menunjukan kemampuannya untuk bertahan, meskipun dalam kekurangan dan ketidak layakannya.
·         Sektor informal telah menciptakan lapangan kerja bagi mereka yang tidak memiliki kesempatan bekerja dalam sektor formal.
Adapun beberapa masalah yang dihadapi oleh sektor informal di antaranya adalah :
  • Terhambatnya proses pemberdayaan sektor informal bukan saja diakibatkan oleh terbatasnya anggaran tetapi juga adanya kebijakan pemerintah (pusat/daerah) yang memang cenderung kurang menghendaki terjadinya transformasi informal menuju formal yang maju dan modern.
  • Pelaku sektor informal juga belum memiliki menejemen usaha yang bisa membuat mereka bekerja efisien dan memiliki daya tawar yang kuat
  • Faktor keterbatasan modal dan akses terhadap pasar merupakan kendala utama yang bersifat akut dan belum bisa tertanggulangi secara sempurana.
  • Sektor informal belum bisa mengorganisasikan diri dengan dunia luar (bahkan diantara mereka sendiri) akibat adanya hambatan dari pemerintah yang tidak memperbolehkan mereka untuk berkelompok secara kuat dan intensif.
  • Belum adanya upaya advokasi yang tumbuh dari dari dalma sektor informal itu sendiri. Mereka sangat disibukkan oleh usaha yang mereka geluti. Seperti, dua puluh empat jam memikirkan bagaimana mengembangkan usahanya, menyelamatkan usahanya dari “ancaman” dari pemerintah yang ingin menggusurnya, dll.
Selain permasalahan, sector informal juga memiliki beberapa hambatan yang di hadapi sektor informal. Sektor informal dipandang sebagai perusak kota, walaupun sebenarnya ada pula sisi positif dari tumbuhnya sektor informal ini. Dalam perjalannya sektor informal pasti mendapakan hambatan dalam keberlangsungannya, yakni : Pertama, belum di akuinya sektor tersebut sebgai sektor yang mempunyai potensi besar dalam pembangunan ekonomi Indonesia. Ini terlihat dari master plan yang dimiliki oleh masing-masing kota maupun kota madya. Pada umunya master plan kota itu justru mempunyai rencana penggusuran dan pengkonsentrasian unit usaha sektor informal di salah satu tempat dengan dalih demi keindahan, kebersihan, ketertiban kota.
          Kedua, para pejabat dan kaum elite lokal biasanya memandang sektor informal terutama pedagang kaki limasebgai gangguan yang membuat kota menjadi kotor dan tidak rapi, menyebabkan kemacetan lau lintas, membuang sampah di sembarang tempat, mengganggu para pejalan kaki, saingan pedagang toko yang tata tertib dan membayar pajak, serta penyebaran penyakit lewat sampah yang dibuang sembarangan, dan penjualan makanan yang kotor.

Pengembangan Sektor Informal
Dalam beberapa kebijakan, pemerintah dinilai kurang memihak sector informal sehingga dinilai kurang mendapat dukungan dari para sector informal, khususnya PKL yang sehari-hari bersinggungan langsung dengan perkotaan. Oleh karena itulah dikembangkan model bagi pengembangan sector informal (dalam hal ini PKL) yang bernuansa tata kota. Model ini dibagi dalam beberapa tahap:
Tahap Perencanaan
Dalam tahapan perencanaan, yang harus dilakukan oleh pemerintah dalam mengendalikan sector informal antara lain :
-       Mendata jumlah sektor informal dan target sektor informal yang akan ditangani dalam program ini, yaitu sektor informal yang berjualan ditempat  yang bermasalah.
-          Menginformasikan tentang program pembinaan yang akan dilakukan oleh pemerintah.
-          Permintah harus sudah memiliki alternatif lokasi atau tempat yang akan digunakan untuk sektor informal yang akan dipindahkan( yang harus diperhatikan dalam pemilihan lokasi adalah letaknya strategis serta biayanya murah).
-          Pemerintah boleh menyediakan sendiri permodalan yang akan digunakan untuk sektor informal atau bekerja sama dengan pihak swasta.
-          Pemerintah harus menyediakan aparat yang mempinyai loyalitas yang tinggi terhadap tugas.

Tahapan Pelaksanaan
          Dalam tahapan pelaksanaan dibagi menjadi beberapa langkah :
A.     Dialog dan Musyawarah
Dalam dialog ini pemerintah harus mampuh memberikan arahan bahwa tujuan pembinaan bukan untuk menyingkirkan sektor informal, tetapi untuk membantu sktor informal dalam memperoleh lokasi yang lebih baik, membantu permodalan dan bernuansa tata kota.
Dalam bagian ini, pemerintah mensosialisasikan kebijakan tentang tata kota. Contohnya di Surabaya Pasal 2 ayat (1) Perda Kota Madya Dati 2 Surabaya No. 10 tahun 1987 berbunyi untuk menjaga ketertiban, keamanan, ketentraman, dan kebersihan kota madya daerah tingkat II Surabaya, dilarang menggunakan tempat-tempat atau fasilitas umum sebagai kkegiatan usaha perdagangan kaki lima, tanpa izin kepala daerah atau pejabat yang di tunjuk.
Sosialisasi perda ini di maksudkan karena kemungkinan besar sektor informal tidak tidak tahu tentang perda tersebut. Kemudian pemerintah juga mengajukan solusi akibat adanya sektor informal yang lokasinya tidak sesuai dengan kebijakan yang telah mengatur daerah tersebut. Misalnya, pemerintah akan memberikan kredit terutama untuk mendapatkan lokasi yang ditentukan dengan biaya yang relatif murah dan terjangkau oleh sektor informal.
B.     Musyawarah dan Dialog
dalam musyawarah dan dialog ini pemerintahan harus mampuh memancing aspirasi dari sektor informal dan juga harus mampu membuat dialog menjadi dua arah jangan hanya dari pemerintah. Diusahakan pula pelaku sektor informal tidak takut untuk mengemukakan aspirasi-aspirasinya. Harus dicermati, kebanyakan pelaku sektor informal adalah masyarakat yang berpendidikan rendah sehingga untuk menyatakan usul kemungkinan mereka takut, tidak bisa berbicara, dll.
Setelah aspiras-aspirasi dari pelaku sektor informal yang akan dilaksanakna pemerintah muncul, langkah selanjutnya adalah mencari jalan keluar yang menguntungkan kedua belah pihak. Dalam hal ini pemerintah harus mampu membuat logika tentang pelaksanaan perda dan solusi-solusinya. Harus diingat pula, dengan pendidikan yang rendah harus menggunakan logika yang sederhana sehingga bisa dipahami para pelaku sektor informal.
Hasil yang diharapkan dari dialog dan musyawarah ini adalah pelaku sektor infformal dapat menerima dengan kesadaran tentang kebijakan pemerintah dan bersedia pindah kelokasi yang ditentukan, serta pemerintah harus menyediakan fasilitas yang diperlukan dilokasi yang baru tersebut.
C.     Pemberian Pembinaan
Pemberian pembinaan yangharus dilakukan pemerintah adalah pembinaan keterampilan usaha, pembinaan kelembagaan, pembinaan permodalan, pembinaan pasar, pembinaan manajemen usaha. Pembinaan ini dilaksanakan oleh instasi terkait di bawah bagian perekonomian.
1.      Pembinaan keterampilan
          Dalam hal ini pemerintah melalui bagian terkait malakukan pembinaan terhadap sektor informal baik itu dalam keterampilannya membuat produk misalnya bagaimana cara untuk membuat makanan lezat, menarik, dll
2.      Pembinaan kelembagaan
          Pembinaan kelembagaan dimaksudkan agar sektor informal mempunyai suatu wadah untuk menampung segala kegiatannya sehinga kegiatannya menjadi lebih ringan dan lancar. Dalam hal ini pemerintah memotivasi agar sektor informal memiliki suatu badan yang mampu menaungi aspirasi dan kegiatan mereka misalnya koperasi atau asosiasi. Disamping itu, pemerintah memberikan bimbingan, pembinaan dan mengawasi jalannya organisasi sektor informal tersebut dengan tujuan untuk menentukan kebijakan lebih lanjut tentang sektor informal.
3.      Pembinaan permodalan
Pembinaan permodalan dimaksudkan untuk membantu sektor informal dalam mendapatkan dan mengembangkan usahanya. Pembinaan permodalan dapat dilakukan dengan pemberian kredit dengan pelaku sektor informal. Fasilitas kredit ini di utamakan untuk pelaku sektor informal yang kurang mampu, dan di utamakan yang terkena penataan ruang kota. Kredit ini di khususkan untuk memperoleh lokasi baru dan dilanjutkan untuk mengembangkan usaha.
4.      Pembinaan Pasar
Pembinaan pasar di sini diartikan sebagai pengelolaan lokasi sektor informal di pasar sebagai lokasi terbarunya. Pengelolaan lokasi sektor informal seharusnya di sediakan secara khusus oleh pemerintah daerah yang di lakukan oleh PD pasar.
Pemerintah memberikan wewenang kepada PD pasar untuk mengelola lokasi yang akan di gunakan oleh sektor informal di pasar tersebut. Namun, pemerintah harus tetap mengawasi dan memberi ketentuan-ketentuan tertentu dalam pengelolaan lokasi sektor informal di pasar tersebut. Misalnya tentang pungutan-pungutan yang di ijinkan serta pungutan terssebut, sehingga tidak memberatkan pelaku sektor informal tersebut. PD pasar dapat bekerja sama dengan pihak swasta mengenai pengelolaan lokasi sektor informal. Pihak swasta di sini harus berbentuk badan hukum dan di utamakan berbentuk koprasi.
Tugas pemerintah dalam hal ini, mengawasi sektor informal yang lokasinya di sediakan oleh pihak swasta. Pengawasan ini di maksudkan untuk melindungi sektor informal dari tindakan swasta yang kurang baik. Misalnya menarik pungutan yang tinggi.
5.      Pembinaan Manajemen Usaha
Pembinaan Manajemen Usaha bagi sektor informal harus di lakukan oleh pemerintah. Hal ini dilakukan agar sektor informal dapat mengembangkan usahanya, di samping itu, di mungkinakan bagi pemerintah untuk menerapakan pajak penghasilan.
Pembinaan manajemen usaha itu sendiri dapat dibagi dalam 2 bagian yaitu :
  1. Pembinaan Manajemen Dalam hal mengelola keuangan. Dalam bagian ini pemerintah melalui instansi terkait harus memberikan keterampilan mengelola keuangan secara sehat. Dengen keuangan yang sehat sektor informal dapat mengembangkan usahanya. Dilain pihak dengan keuangan yang sehat, akan menguntungkan pemerintah misalnya dapat di terapkanya peraturan terntang pajak.
  2. Pembinaan Manajemen dalam hal pemasaran dan pelayanan konsumen. Hal ini dimaksudkan agar sektor informal agar mampu bersaing dengan yang lain sehingga ia lebih eksis. Persaingan yang di harapkan adalah persaingan yang sehat. Kegitaan pemerintah dalam bagian ini adalah memberikan saran-saran agar sektor informal dapat berkembang, misalnya cara memasarkan produknya, melayani konsumen. Dengan cara-cara dan pelayanan yang lebih baik, dimungkinkan akan mempunyai konsumen setia. Di samping itu, dengan mendapatkan konsumen yang setia, merupakan promosi yang paling potensial. Sehingga tujuan akhirnya banyak pembeli dan laba yang di terima oleh sektor infromal akan lebih besar.

Langkah Pemberdayaan sektor informal
Apabila sektor ekonomi informal dikelola dengan baik, maka tidak dapat dimungkiri bahwa sektor ekonomi informal akan menjadi sebuah survival strategy. Hal ini tentu saja tidak dapat dilepaskan dari campur tangan pemerintah dan semua pihak dalam mewujudkan potensi yang ada dalam sektor ekonomi informal melalui langkah-langkah kebijakan sebagai berikut:
Pertama, hendaknya pemerintah daerah dapat memahami bahwa modernisasi di perkotaan bukan hanya sebatas pada pembangunan plaza dan mal-mal saja. Akan tetapi, modernisasi perkotaan perlu diartikan sebagai pemberian tempat yang lebih layak bagi ekonomi informal pada struktur ekonomi perkotaan yang merupakan sumber kehidupan sebagian besar rakyat miskin. Pemerintah seharusnya menghilangkan image bahwa sector informal adalah sesuatu yang harus ditata dan dilindungi, namun harus beranggapan bahwa sector informal adalah kegiatan yang harus dirangkul.
Kedua, retribusi atau pajak yang dibebankan kepada sektor ekonomi informal oleh pemerintah daerah seharusnya memperhitungkan tarif retribusi tersebut berdasarkan pendapatan real dan juga adanya timbal balik berupa pelayanan kebersihan dan keamanan sektor ekonomi informal. Pemerintah juga harus membantu dalam hal permodalan berbunga rendah untuk mendapatkan lokasi usaha, baik itu bekerja sama dengan swasta atau dari APBD
Ketiga, hendaknya pemerintah daerah bekerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat (LSM) menciptakan pusat pelayanan bagi sektor-sektor ekonomi informal demi perberdayaan dan peningkatan sumber daya manusia (SDM). Selain itu juga harus dilaksanakan pelatihan bagi sector informal. Pelatihan ditujukan untuk menyebarkan informasi seputar kegiatan usaha, pengembangan wawasan, dasar pengelolaan usaha, dan pemanfaatan peluang usaha.


 
WRITE YOUR "OWN" ◄Design by Pocket, BlogBulk Blogger Templates